
Pada tanggal 10 Pebruari 2026, suasana TBM Ummatan Wasathon tampak lebih hidup dari biasanya. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Literasi Pembudayaan Gemar Membaca Masyarakat Tahun 2026 yang dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat—mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga para pelajar yang berada di sekitar lingkungan Taman Bacaan Masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan hangat antara semangat belajar dan harapan akan masa depan yang lebih baik melalui budaya membaca.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala DPK Provinsi Banten, Bapak Usman, yang menegaskan bahwa literasi adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa membaca bukan sekadar kegiatan melihat huruf, tetapi proses memperluas wawasan, membentuk karakter, serta meningkatkan daya saing masyarakat di tengah tantangan zaman. Ia juga mengapresiasi peran TBM Ummatan Wasathon sebagai garda terdepan dalam membumikan budaya literasi di tingkat masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan Duta Baca Banten, Kang Suherman, sebagai narasumber utama. Dengan gaya penyampaian yang santai namun penuh makna, Kang Suherman mengajak peserta untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan kewajiban. Ia berbagi pengalaman tentang bagaimana buku mampu membuka cakrawala berpikir, memperluas mimpi, dan menghadirkan peluang-peluang baru dalam kehidupan. Peserta terlihat antusias, terlibat aktif dalam diskusi, dan terinspirasi untuk mulai menyediakan waktu khusus membaca setiap hari.
Acara semakin menguatkan semangat ketika Kang Andri Gunawan turut hadir dan berbagi kisah perjalanan hidupnya. Ia menceritakan bagaimana membaca telah mengubah arah hidupnya—dari keterbatasan menjadi kesempatan, dari keraguan menjadi keyakinan. Buku-buku yang ia baca menjadi jendela dunia yang membantunya memahami banyak hal dan membangun masa depan yang lebih cerah. Kisah nyata tersebut menjadi bukti bahwa literasi memiliki kekuatan transformatif yang nyata.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu dengan apik oleh moderator, Kang Igun, yang mampu menjaga suasana tetap interaktif dan penuh keakraban. Diskusi berjalan hangat, penuh tanya jawab, serta refleksi bersama tentang pentingnya membudayakan gemar membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan literasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret dalam menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat Banten. Dari TBM Ummatan Wasathon, semangat literasi terus menyala—mengajak setiap individu untuk membuka buku, membuka pikiran, dan membuka masa depan.





